Seandainya waktu mampu kuputar ke masa itu. Aku ingin menjadi awan yang mengiringi setiap jejak langkahmu, memberimu keteduhan dan kesejukkan. Melihatmu merangkai mimpi dan menapaki tangga kehidupan. Hingga hari itu, jalan itu masih sama, lengang dan sepi, embun pagi menyapa di pagi hari, rintik hujan membasahi daun, saat kemarau datang daun berguguran, dan samar-samar sinar mentari menyapa disela-sela dedaunan. Namun hari ini, semuanya masih tampak sama, hanya saja keberadaanmu tersamarkan dan perlahan menghilang tanpa jejak. Hari ini aku sendirian, termenung dan terpaku menatap jalan setapak yang membisu. Waktu... entah bagaimana waktu mampu merubah semuanya. Apa yang dulu ada kini menghilang. Cerita, tawa, dan air mata, semuanya membisu. Bagai kompas kehilangan mata angin. Saat hadirmu menghilang, hilanglah semua arah dan tujuan. Akan kemanakah kaki ini melangkah setelah semua asa dan rasa terpudarkan? Harus kemanakah kusandarkan mimpi dan harapan setelah semua mimpi dan harapan itu kehilangan arah dan tujuannya?
Kususuri jalan setapak yang panjang membentang, berharap dapat kutemui secercah harapan akan hadirmu. Dan bagaimana kabarmu hari ini wahai tanah tempatku berpijak. Telah lupakah kau pada apa yang kau janjikan dulu, bahwa kau hanya memiliki satu hati yang kau jadikan sandaran?
Jalan itu masih sama, sepi dan lengang, sinar mentari menyapa di sela-sela dedaunan, embun pagi menyapa di pucuk daun setelah melewati malam yang panjang. Bungapun layu setelah melewati musim semi yang hangat, dan hujanpun menyapa setelah melewati musim panas yang kering. Namun akankah hati ini berubah setelah ia terluka dan kehilangan?
Kususuri jalan setapak yang panjang membentang, berharap dapat kutemui secercah harapan akan hadirmu. Dan bagaimana kabarmu hari ini wahai tanah tempatku berpijak. Telah lupakah kau pada apa yang kau janjikan dulu, bahwa kau hanya memiliki satu hati yang kau jadikan sandaran?
Jalan itu masih sama, sepi dan lengang, sinar mentari menyapa di sela-sela dedaunan, embun pagi menyapa di pucuk daun setelah melewati malam yang panjang. Bungapun layu setelah melewati musim semi yang hangat, dan hujanpun menyapa setelah melewati musim panas yang kering. Namun akankah hati ini berubah setelah ia terluka dan kehilangan?

No comments:
Post a Comment